<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: Blog Prasetio :: &#187; renungan</title>
	<atom:link href="http://prasetio.net/category/renungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetio.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Apr 2012 18:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Protected: Untitled</title>
		<link>http://prasetio.net/untitled.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/untitled.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 20:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/untitled.html</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://prasetio.net/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-359">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-359" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/untitled.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote</title>
		<link>http://prasetio.net/quote.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/quote.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 18:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Voice: You&#8217;ve got mail! Tiba-tiba bb gw bunyi, ternyata ada sms masuk.. Padahal gw mau tidur&#8230;. Lalu gw buka.. dan isinya : Hidup itu berawal dari &#8220;B&#8221; dan berakhir di &#8220;D&#8221; Birth (lahir) dan Death (mati) Tapi di antara huruf &#8216;B&#8217; dan &#8216;D&#8217; ada &#8216;C&#8217; Yaitu (Choice) (pilihan) siapa nih malem-malem, nomornya ga di kenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Voice: You&#8217;ve got mail!</p>
<p>Tiba-tiba bb gw bunyi, ternyata ada sms masuk.. Padahal gw mau tidur&#8230;. Lalu gw buka.. dan isinya :</p>
<blockquote><p>Hidup itu berawal dari &#8220;B&#8221; dan berakhir di &#8220;D&#8221;<br />
Birth (lahir) dan Death (mati)<br />
Tapi di antara huruf &#8216;B&#8217; dan &#8216;D&#8217; ada &#8216;C&#8217; Yaitu (Choice) (pilihan)</p></blockquote>
<p>siapa nih malem-malem, nomornya ga di kenal pula&#8230; Tapi, quote nya bener-bener berarti banget.. Gw mulai terdiam, memaknai artinya&#8230;</p>
<p>Makasihh, makasih buat yg disana, siapapun lo, makasih udeh ngirim sms(entah salah kirim ato begimane)&#8230; Singkat tapi dalem&#8230; Penuh dengan makna&#8230; Berhubung quote nya bagus, jadi gw share di blog gw&#8230; buat berbagi.. ga ada salahnya kan? <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/quote.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa</title>
		<link>http://prasetio.net/doa.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/doa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 03:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[رَبِّ كَمْ مِنْ نِعمَةٍ أَنْعَمْتَهَا عَلَيَّ قَلَّ لَكَ لَهَا شُكرِي وَكَمْ مِن بَلِيَّةٍ مَسَّتْنِي قَلَّ لَكَ عِندَهَا صَبْرِي فَيَا مَنْ قَلَّ عِندَ نِعْمَتِهِ شُكرِي وَلَمْ يَحرُمْنِي وَيَا مَنْ قَلَّ عِنْدَ ابْتَلَائِهِ لِي صَبْرِي وَلَمْ يَخْذُلْنِي يَامَنْ رَاۤنِي عَلَى الخَطَايَا وَلَمْ يَفْضَحْنِي اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ وَصَبِّرنِي عَلَى بَلائِكَ وَأَوْزعْنِي شُكرَ نِعْمَائِكَ يَا فَارِجَ الْهَمِّ يَا كَاشِفَ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: medium;">رَبِّ كَمْ مِنْ نِعمَةٍ أَنْعَمْتَهَا  عَلَيَّ قَلَّ لَكَ لَهَا شُكرِي وَكَمْ مِن بَلِيَّةٍ مَسَّتْنِي قَلَّ  لَكَ عِندَهَا صَبْرِي فَيَا مَنْ قَلَّ عِندَ نِعْمَتِهِ شُكرِي وَلَمْ  يَحرُمْنِي وَيَا مَنْ قَلَّ عِنْدَ ابْتَلَائِهِ لِي صَبْرِي وَلَمْ  يَخْذُلْنِي يَامَنْ رَاۤنِي عَلَى الخَطَايَا وَلَمْ يَفْضَحْنِي  اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ وَصَبِّرنِي عَلَى بَلائِكَ وَأَوْزعْنِي  شُكرَ نِعْمَائِكَ يَا فَارِجَ الْهَمِّ يَا كَاشِفَ الْغَمِّي يَامَنْ  لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ  مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصحبِهِ وَسَلَّمَ . سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ  الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوِنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرسَلينَ وَالْحَمْدُ  لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ </span></p>
<p>Tuhanku, alangkah banyak nikmat yang Engkau curahkan kepadaku, tetapi  sangat kurang syukurku kepada-Mu, dan berapa banyak cobaan yang  menimpaku, tapi sedikit sekali kesabaranku. Wahai Tuhan yang kecil  kesyukuranku atas nikmat-Nya, namun Dia tidak menahan curahannya. Wahai  Tuhan yang sedikit kesabaranku dalam menghadapi cobaannya, namun tidak  meninggalkanku tanpa bantuan. Wahai Tuhan yang melihatku berdosa, tetapi  tidak mempermalukanku. Anugerahilah aku kerelaan menghadapi  ketetapan-Mu, limpahkanlah kesabaran kepadaku menghadapi cobaan-Mu, dan  ilhamilah aku kesyukuran menerima nikmat-Mu. Wahai Allah yang  menghilangkan keresahan, Yang membuang kesedihan dan Yang terhadap  hamba-Nya amat Penyayang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/doa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>:)</title>
		<link>http://prasetio.net/hehe.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/hehe.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana …. Dalam perjalanan kehidupan, Kamu belajar tentang dirimu sendiri …. dan menyadari …. Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada Hanya penghargaan atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu buat Teman sejati mengerti ketika kamu berkata “ aku lupa “ Menungggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang<br />
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh<br />
Entah bagaimana …. Dalam perjalanan kehidupan,<br />
Kamu belajar tentang dirimu sendiri …. dan menyadari ….<br />
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada<br />
Hanya penghargaan atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu buat</p>
<p>Teman sejati mengerti ketika kamu berkata “ aku lupa “<br />
Menungggu selamanya ketika kamu berkata “ tunggu sebentar “<br />
Tetap tinggal ketika kamu berkata “ tinggalkan aku sendiri “<br />
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata “ bolehkah saya masuk? “</p>
<p>Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan …. Melainkan bagaimana kamu memaafkan<br />
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan …. Melainkan bagaimana kamu mengerti<br />
Bukanlah apa yang kamu lihat …. Melainkan apa yang kamu rasakan<br />
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan …. Melainkan bagaimana kamu bertahan</p>
<p>Lebih berbahaya mengucurkan air mata dalam hati …. Dibandingkan menangis tersedu<br />
Air mata yang keluar dapat dihapus …. Air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang<br />
Dalam ukuran cinta kita sangat jarang menang<br />
Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah kamu tetap menang hanya karena kamu bahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri</p>
<p>Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang<br />
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita<br />
Melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya<br />
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang jangan lepaskan dia …. Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai<br />
Melainkan berjuanglah demi cintamu<br />
Itulah cinta sejati</p>
<p>Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang “ yang tersedia “<br />
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di sekelilingmu<br />
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat …. Untuk dibuang hanya dengan “ seseorang “</p>
<p>Kadangkala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu<br />
Dan kadangkala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari </p>
<p>&#8220;dikutip dari beberapa sumber&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/hehe.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu ku di lukai oleh si biadab itu&#8230;</title>
		<link>http://prasetio.net/ibu-ku-di-lukai-oleh-si-biadab-itu.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/ibu-ku-di-lukai-oleh-si-biadab-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 14:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[seorang ibu yang sedang kritis karena terkena serangan biadab israel, dengan sisa tenaga iya berusaha untuk membelai wajah anaknya, mungkin untuk yang terahir kali, itulah seorang ibu! walaupun tubuh berlumuran darah tapi yang di inginkan hanya melihat anaknya selamat dan iya akan merasa tenang untuk selama-lamanya. sungguh apakah israel, bangsa yang terkutuk itu inginkan? saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>seorang ibu yang sedang kritis karena terkena serangan biadab israel, dengan sisa tenaga iya berusaha untuk membelai wajah anaknya, mungkin untuk yang terahir kali,<br />
itulah seorang ibu! walaupun tubuh berlumuran darah tapi yang di inginkan hanya melihat anaknya selamat dan iya akan merasa tenang untuk selama-lamanya.<br />
sungguh apakah israel, bangsa yang terkutuk itu inginkan?</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30330066&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=43638509557&amp;aid=-1&amp;oid=43638509557&amp;id=1147576689"><img style="width: 460px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1954/234/21/1147576689/n1147576689_30330066_7520.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30330067&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=43638509557&amp;aid=-1&amp;oid=43638509557&amp;id=1147576689"><img style="width: 460px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v653/234/21/1147576689/n1147576689_30330067_9424.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30330068&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=43638509557&amp;aid=-1&amp;oid=43638509557&amp;id=1147576689"><img style="width: 460px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1954/234/21/1147576689/n1147576689_30330068_4860.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30330069&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=43638509557&amp;aid=-1&amp;oid=43638509557&amp;id=1147576689"><img style="width: 460px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1954/234/21/1147576689/n1147576689_30330069_4537.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>saat tangan yang halus itu menyentuh pipi, mungkin untuk yang terahir kali,<br />
seluruh tubuh bergetar mata seperti di bakar api sehingga memaksa untuk mengeluarkan air mata agar sang api bisa padam,<br />
melihat ibu yang dahulu tak pernah lelah memberi air susunya untuk ku kini, harus tergeletak tak berdaya karena mereka!<br />
sebenarnya  apa salah ibu terhadap mereka?<br />
biarkan tubuh ini berlumuran darah ku sendiri tapi bukan darah ibu&#8230;<br />
apa yang saudara&#8221;ku lakukan di luar sana melihat penderitaan kami ?<br />
apa kami menjadi beban bagi kalian?<br />
bila kami menjadi beban biarkan tanah kami palestin menjadi kuburan masal bagi aku,ibu dan dan para mujahidin&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/ibu-ku-di-lukai-oleh-si-biadab-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM</title>
		<link>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 12:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita akan &#8220;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah tempat di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui AL-QURAN dan AL HADIST. Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, US Airlines atau Saudi Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="postbody">Bila kita akan &#8220;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah tempat di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui AL-QURAN dan AL HADIST. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, US Airlines atau Saudi Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, tetapi amalan kita di dunia. Tak lebih tak kurang. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pewanginya bukan Bulgari, Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi AL-ISLAM. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi LAA ILAAHA ILLALLAAH. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi IZRAIL dan lain-lain. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan. </span></p>
<p align="justify"><span id="more-83"></span><br />
<span class="postbody"> Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pegawai Imigrasi adalah MUNKAR dan NAKIR, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana tidak perlu satpam dan alat detector. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam. </span><br />
<span class="postbody"> Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang. </span><br />
<span class="postbody"> Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, Anda telah hilang selera bersuka ria. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ia telah siap dibooking sejak ruh Anda ditiupkan di dalam rahim ibu. </span><br />
<span class="postbody"> YA&#8230;BERITA BAIK !!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah Anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. </span><br />
<span class="postbody"> Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya Anda bisa. </span><br />
<span class="postbody"> Hanya ingat ! Penerbangan ini datang tanpa &#8216;Pemberitahuan&#8217;. </span><br />
<span class="postbody"> Cuma perlu diingat ! Nama Anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. </span><br />
<span class="postbody"> Saat penerbangan Anda berangkat..tanpa do&#8217;a Bismillah Tawakkaltu &#8216;Alallah, atau ungkapan selamat jalan. </span><br />
<span class="postbody"> Tetapi Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rooji&#8217;uun. </span><br />
<span class="postbody"> Ya, Anda berangkat pulang ke RAHMATULLAH. MATI ! </span><br />
<span class="postbody">  </span><br />
<span class="postbody"> ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT !?!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Burung, Cacing dan Manusia</title>
		<link>http://prasetio.net/antara-burung-cacing-dan-manusia.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/antara-burung-cacing-dan-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 18:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/antara-burung-cacing-dan-manusia.html</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="postbody">Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.</p>
<p>Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.<br />
</span><span id="more-79"></span><br />
<span class="postbody">Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.</p>
<p>Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.</p>
<p>Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.<br />
Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.</p>
<p>Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.</p>
<p>Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing?<br />
Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?<br />
Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.<br />
Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.</span></p>
<p>Semoga dapat menjadi bahan renungan untuk semua..</p>
<h6><span style="font-style: italic">Sumber : </span><a href="http://forum-cintarasul.com" style="font-style: italic">http://forum-cintarasul.com</a><span style="font-style: italic"> </span></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/antara-burung-cacing-dan-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

