SOLIDARITAS KEBERSAMAAN

Archive for the ‘renungan’ Category

Ibu ku di lukai oleh si biadab itu…

Tuesday, January 13th, 2009 |
seorang ibu yang sedang kritis karena terkena serangan biadab israel, dengan sisa tenaga iya berusaha untuk membelai wajah anaknya, mungkin untuk yang terahir kali,
itulah seorang ibu! walaupun tubuh berlumuran darah tapi yang di inginkan hanya melihat anaknya selamat dan iya akan merasa tenang untuk selama-lamanya.
sungguh apakah israel, bangsa yang terkutuk itu inginkan?

saat tangan yang halus itu menyentuh pipi, mungkin untuk yang terahir kali,
seluruh tubuh bergetar mata seperti di bakar api sehingga memaksa untuk mengeluarkan air mata agar sang api bisa padam,
melihat ibu yang dahulu tak pernah lelah memberi air susunya untuk ku kini, harus tergeletak tak berdaya karena mereka!
sebenarnya apa salah ibu terhadap mereka?
biarkan tubuh ini berlumuran darah ku sendiri tapi bukan darah ibu…
apa yang saudara”ku lakukan di luar sana melihat penderitaan kami ?
apa kami menjadi beban bagi kalian?
bila kami menjadi beban biarkan tanah kami palestin menjadi kuburan masal bagi aku,ibu dan dan para mujahidin……

AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM

Thursday, January 17th, 2008 |

Bila kita akan “berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah tempat di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui AL-QURAN dan AL HADIST.
Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, US Airlines atau Saudi Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, tetapi amalan kita di dunia. Tak lebih tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Bulgari, Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi AL-ISLAM.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi LAA ILAAHA ILLALLAAH.
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi IZRAIL dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.

(more…)

Antara Burung, Cacing dan Manusia

Thursday, January 10th, 2008 |

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.
(more…)

About Me

Prasetio, sosok seorang yang biasa-biasa aja. Pendiem, gokil, hehe Selengkapnya

Find entries :