<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: Blog Prasetio :: &#187; puisi</title>
	<atom:link href="http://prasetio.net/category/puisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetio.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 17:17:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>:)</title>
		<link>http://prasetio.net/hehe.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/hehe.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana …. Dalam perjalanan kehidupan, Kamu belajar tentang dirimu sendiri …. dan menyadari …. Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada Hanya penghargaan atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu buat Teman sejati mengerti ketika kamu berkata “ aku lupa “ Menungggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang<br />
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh<br />
Entah bagaimana …. Dalam perjalanan kehidupan,<br />
Kamu belajar tentang dirimu sendiri …. dan menyadari ….<br />
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada<br />
Hanya penghargaan atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kamu buat</p>
<p>Teman sejati mengerti ketika kamu berkata “ aku lupa “<br />
Menungggu selamanya ketika kamu berkata “ tunggu sebentar “<br />
Tetap tinggal ketika kamu berkata “ tinggalkan aku sendiri “<br />
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata “ bolehkah saya masuk? “</p>
<p>Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan …. Melainkan bagaimana kamu memaafkan<br />
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan …. Melainkan bagaimana kamu mengerti<br />
Bukanlah apa yang kamu lihat …. Melainkan apa yang kamu rasakan<br />
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan …. Melainkan bagaimana kamu bertahan</p>
<p>Lebih berbahaya mengucurkan air mata dalam hati …. Dibandingkan menangis tersedu<br />
Air mata yang keluar dapat dihapus …. Air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang<br />
Dalam ukuran cinta kita sangat jarang menang<br />
Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah kamu tetap menang hanya karena kamu bahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri</p>
<p>Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang<br />
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita<br />
Melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya<br />
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang jangan lepaskan dia …. Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai<br />
Melainkan berjuanglah demi cintamu<br />
Itulah cinta sejati</p>
<p>Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang “ yang tersedia “<br />
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di sekelilingmu<br />
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat …. Untuk dibuang hanya dengan “ seseorang “</p>
<p>Kadangkala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu<br />
Dan kadangkala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari </p>
<p>&#8220;dikutip dari beberapa sumber&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/hehe.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Ibu</title>
		<link>http://prasetio.net/untuk-ibu.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/untuk-ibu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 16:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[“UNTUK IBU ” vocal : s u l i s lagu : yuyun ayunda, lirik :haydar yahya / yuyun yunda penata musik : Anwar Fauzi Aku tak kan pernah rasakan tulus cinta bila tak ada kasih sayang suci ibu Ibu tersenyum dalam duka pahit dunia selalu nyatakan cinta demi sukaku selalu berikan cinta untuk aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="style6"><span class="style12"><strong>“UNTUK IBU ”</strong></span><br />
<span class="style16">vocal : s u l i s<br />
lagu : yuyun ayunda, lirik :haydar yahya / yuyun yunda<br />
penata musik : Anwar Fauzi</span></p>
<p class="style6">Aku tak kan pernah rasakan tulus cinta<br />
bila tak ada kasih sayang suci ibu<br />
Ibu tersenyum dalam duka pahit dunia<br />
selalu nyatakan cinta demi sukaku<br />
selalu berikan cinta untuk aku</p>
<p class="style6"><strong>Reff<br />
</strong>Kupanjatkan padaMu Tuhan<br />
berikan selalu kasihMu<br />
limpahkan kasih dan sayangMu untuk ibu<br />
kumohonkan padaMu Tuhan<br />
berikan selalu cintaMu<br />
karena hanya Engkau yang dapat kabulkan do’a</p>
<p><span class="style6">Aku seringkali bertanya Tanya<br />
mungkinkah ada cinta suci tulus seperti cintanya<br />
selalu nyatakan cinta dalam dukanya<br />
selalu berikan cinta dalam deritanya</span></p>
<p>Lagu yg di senandungkan Oleh Sulis Cinta Rasul&#8230;</p>
<p>Selamat Hari Ibu&#8230;</p>
<p>Nb: Penyanyinya kmn yaa? udah ga ada kabar.. huhuhu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/untuk-ibu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

