<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: Blog Prasetio :: &#187; artikel</title>
	<atom:link href="http://prasetio.net/category/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetio.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 17:17:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatasi Kebosanan?</title>
		<link>http://prasetio.net/bagaimana-mengatasi-kebosanan.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/bagaimana-mengatasi-kebosanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 16:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Anda pernah Bosan? BeTe? terus, bagaimana caranya untuk mengatasi kebosanan? Berikut tips untuk mengatasi kebosanan menjadi sesuatu yang menarik. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya. Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?” Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda pernah Bosan? BeTe? terus, bagaimana caranya untuk mengatasi  kebosanan? Berikut tips untuk mengatasi kebosanan menjadi sesuatu yang  menarik.</p>
<p>Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.<br />
<span id="more-316"></span><br />
Tamu  :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”<br />
Pak  Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,  mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas  hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”<br />
Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”<br />
Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”<br />
Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”<br />
Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”<br />
Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”<br />
Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”<br />
Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”<br />
Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”<br />
Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”<br />
Pak  Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis  sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau  biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau  meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah  dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”</p>
<p>Lalu Tamu itu pun pergi.</p>
<p>Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.<br />
Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”<br />
Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”<br />
Tamu :”Contohnya? ”<br />
Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”<br />
Lalu Tamu itu pun pergi.<br />
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.<br />
Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain<br />
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.<br />
Sampai  sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya  melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa  demikian, Pak Tua?”<br />
Sambil tersenyum Pak Tua berkata :”Karena segala  sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu  pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya  menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.  Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan  berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu  berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir  ceria menjadikan kamu ceria.”</p>
<p>“<strong>Hati yang gembira adalah obat, semangat yang patah mengeringkan tulang..</strong>”</p>
<p>sumber: <em>http://tahugezrot.blogspot.com/2009/06/bagaimana-mengatasi-kebosanan.html</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/bagaimana-mengatasi-kebosanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain dengan adsense lagi :D</title>
		<link>http://prasetio.net/bermain-dengan-adsense-lagi-d.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/bermain-dengan-adsense-lagi-d.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 09:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Udah lama adsense terabaikan, karena sudah ga punya website yg aktif lagi&#8230; Sekarang, dari awal bulan mei, sudah mencoba bermain dengan adsense lagi, walopun earningsnya perhari ga begitu banyak.. Namun lumayan drpd nganggur accountnya&#8230; Kira-kira ada kebijakan baru lagi ga ya mengenai adsense ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama adsense terabaikan, karena sudah ga punya website yg aktif lagi&#8230;</p>
<p>Sekarang, dari awal bulan mei, sudah mencoba bermain dengan adsense lagi, walopun earningsnya perhari ga begitu banyak.. Namun lumayan drpd nganggur accountnya&#8230; Kira-kira ada kebijakan baru lagi ga ya mengenai adsense ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/bermain-dengan-adsense-lagi-d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CodeIgniter</title>
		<link>http://prasetio.net/codeigniter.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/codeigniter.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 09:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Framework adalah hal yang tidak asing bagi orang yang biasa bergelut didunia koding atau biasanya disebut programmer. Di dunia programming disetiap bahasa pemrograman pasti mempunya framework. Seperti halnya di web programming PHP. Dalam PHP, banyak sekali framework. Framework di PHP antara lain: - CakePHP - Zend Framework - Symfony - CodeIgniter - dan lain-lain masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2011/03/41CodeIgniter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-233" title="CodeIgniter" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2011/03/41CodeIgniter.jpg" alt="Code Igniter" width="154" height="204" /></a>Framework adalah hal yang tidak asing bagi orang yang biasa bergelut didunia koding atau biasanya disebut programmer. Di dunia programming disetiap bahasa pemrograman pasti mempunya framework. Seperti halnya di web programming PHP.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Dalam PHP, banyak sekali framework. Framework di PHP antara lain:<br />
- CakePHP<br />
- Zend Framework<br />
- Symfony<br />
- CodeIgniter<br />
- dan lain-lain<br />
masih banyak framework didalam PHP.</p>
<p>Framework merupakan suatu kerangka kerja yang berupa kumpulan folder yang berisi kumpulan-kumpulan class libraries, helper, plugins, dan lainnya yang memudahkan kita dalam membuat program dengan PHP.</p>
<p><span id="more-232"></span>Pada kali ini kita akan membahas Framework CodeIgniter. Mengapa CodeIgniter? CodeIgniter bisa dikatakan mudah dikuasai, ringan, tetapi handal, dan saat ini banyak diminati.</p>
<p>CodeIgniter merupakan Framework yang berbasis MVC(Model View Controller). Apa itu MVC? Konsep MVC adalah pemisahan antara login dengan tampilan dan database. Manfaat konsep ini membuat koding logic menjadi lebih simple karena tidak gabung dengan desain, yang memudahkan programmer dan desainer dalam bekerja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-236" title="Skema MVC" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2011/03/Picture1.jpg" alt="Skema MVC" width="498" height="229" /></p>
<p style="text-align: left;">Model -&gt; Merupakan kode struktur data. Model berisi fungsi pengolahan database.</p>
<p style="text-align: left;">View -&gt; Merupakan kode untuk menampilkan tampilan suatu program</p>
<p style="text-align: left;">Controller -&gt; Merupakan code untuk logic, algoritma penghubung ke model</p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana? Terlihat menarik bukan? <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /><br />
Akan saya buat postingan lanjutkan yang membahas CodeIgniter <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p style="text-align: left;">Salam,</p>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-full wp-image-238" title="pras signature" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2011/03/pras-signature.png" alt="" width="145" height="102" /></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/codeigniter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adsense Sudah Support Western Union</title>
		<link>http://prasetio.net/adsense-sudah-support-western-union.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/adsense-sudah-support-western-union.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 05:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[adsense]]></category>
		<category><![CDATA[cek]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Kaget, karena udah lama ga buka email di Outlook(soalnya males, isinya spam semua).. Pas hari ini ngebuka.. Ada email dari Google adsense tentang Adsense indonesia sudah support Payout dengan Western Union, tadinya di kira cuma Hoax / bohongan belaka.. tapi pas di ikutin prosedurnya.. Ternyata Benar Adsense kini sudah support Western Union(WU) untuk Negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya Kaget, karena udah lama ga buka email di Outlook(soalnya males, isinya spam semua).. Pas hari ini ngebuka.. Ada email dari Google adsense tentang Adsense indonesia sudah support Payout dengan Western Union, tadinya di kira cuma Hoax / bohongan belaka.. tapi pas di ikutin prosedurnya.. Ternyata Benar Adsense kini sudah support Western Union(WU) untuk Negara indonesia. Mantap Kalo begitu!</p>
<p>Jadi kita ga perlu nunggu berbulan2 buat nunggu dan mencairkan check, menurut info yg saya dapat, duit dapat langsung di ambil 1 hari kemudia setelah pemesan untuk Payout</p>
<p>Oh iya ini email yg di kirim ke email saya</p>
<p><span id="more-137"></span></p>
<blockquote><p>Hello,</p>
<p>We&#8217;re excited to introduce Western Union Quick Cash as a new  payment method<br />
for Indonesia!  Western Union Quick Cash is a new form of  payment that lets<br />
you receive your AdSense payments in cash using the  worldwide Western Union<br />
money transfer service.  This payment method is  quick, easy, and free.<br />
Best of all, you&#8217;ll no longer need to wait for checks  to arrive in the mail<br />
or to clear at the bank.</p>
<p>Some things to  note:</p>
<p>* Payments by Western Union follow our normal payment  schedule<br />
(<a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=9905">https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=9905</a>)<br />
and will be available for pickup at your local Western Union agent the  day<br />
after they are issued.</p>
<p>* Payments by Western Union are currently  only available to individual payee<br />
names and not to businesses.</p>
<p>*  Payments must be picked up within 60 days of issuance or they will expire.<br />
If  this happens, a payment hold will be placed on your AdSense account and<br />
the  payment will be credited back to your account.</p>
<p>*Payments will be made in  US dollars, but depending on your local Western<br />
Union agent, they may be  picked up in your local currency.</p>
<p>To sign up for this new payment method,  please follow these instructions:<br />
<a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=62330">https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=62330</a>.</p>
<p>When  signing up, if you do not have a last name, surname, or family name,<br />
please  leave the &#8216;Payee Last Name/Surname/Family Name&#8217; field blank.</p>
<p>Once you&#8217;ve  signed up for the Western Union Quick Cash payment method, you<br />
can learn more  about how to pick up your Western Union payment here:<br />
<a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=65789">https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=65789</a> .</p>
<p>If you&#8217;d like more information about this payment method, we  recommend<br />
visiting our Help Center<br />
(<a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/topic.py?topic=10830">https://www.google.com/adsense/support/bin/topic.py?topic=10830</a>).   If you<br />
have any feedback about your experience<br />
this month, please do not  hesitate to share it with us.</p>
<p>We hope you enjoy this new payment option!</p>
<p>Sincerely,</p>
<p>The Google AdSense team</p>
<p>Google Inc.<br />
1600  Amphitheatre Parkway<br />
Mountain View, CA 94043<br />
USA</p></blockquote>
<p><strong>Lalu bagaimana langkah2 pencairannya&#8230;.</strong></p>
<p>Menurut yg saya dapat dari blognya <a href="http://maseko.com/2009/02/07/pembayaran-google-adsense-melalui-western-union/">maseko.com</a> untuk mencairkannya di butuhkan beberapa syarat yaitu:</p>
<ul>
<li>Kartu identitas seperti KTP, SIM, atau paspor.</li>
<li>Informasi pengirim, dalam hal ini adalah Google dengan identitas: Google Inc. 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, California 94043, USA. Phone Number: 650-253-4000</li>
<li>Jumlah uang yang akan diambil yang informasinya dapat ditemukan pada halaman Payment History Google Adsense.</li>
<li>Kode unik MTCN sebagai nomor referensi atau kode transfer.</li>
</ul>
<p>Setelah itu kita tinggal ke Agent WU yang ada di kota anda, misalnya Bank mandiri(di tempat saya), dan di TikiJNE(TikiJNE tomang). Jika kita sudah request payout pada adsense, yang perlu di ingat dengan menggunakan WU ini adalah, penarikan harus di ambil paling lambat 60Hari setelah uang di keluarkan oleh google. Jika setelah 60Hari uang tidak di tarik / cairkan, uang akan di tarik dan di masukan ke account adsense kita kembali.</p>
<p><img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/adsense-sudah-support-western-union.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Support Menerjemahkan web asing ke bahasa Indonesia</title>
		<link>http://prasetio.net/google-support-menerjemahkan-web-asing-ke-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/google-support-menerjemahkan-web-asing-ke-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 10:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[translate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Oh iya, sebelumnya Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf lahir dan bathin yaa.. Maaf klo selama ini saya ada salah kata yg di sengaja atopun yg ngga&#8230; dan Maaf kalo telat ngucapinnya Oke back to topic, Nampaknya google search kini benar2 sudah support dalam bahasa indonesia, kenapa? karena sore ini saya yg sedang surfing di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oh iya, sebelumnya Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf lahir dan bathin yaa.. Maaf klo selama ini saya ada salah kata yg di sengaja atopun yg ngga&#8230; dan Maaf kalo telat ngucapinnya <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Oke back to topic, Nampaknya <a title="Google" href="http://google.com">google</a> search kini benar2 sudah support dalam bahasa indonesia, kenapa? karena sore ini saya yg sedang surfing di search engine Google(mencari bagaimana men-generate Sertificate SSL sendiri untuk protokol HTTPS) agak terheran melihat tulisan google yg seperti ini.</p>
<p><a href="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/satu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-119" title="Translate" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/satu-300x173.jpg" alt="Gambar 1" width="300" height="173" /></a></p>
<p>Karena rasa penasaran muncul, akhirnya di klik.. dan&#8230;&#8230;.</p>
<p><a href="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/dua.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-120" title="Hasil" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/dua-300x173.jpg" alt="Gambar 2" width="300" height="173" /></a></p>
<p>Iya seperti yg kalian liat, google menerjemahkan website yang aslinya berbahasa Inggris menjadi bahasa indonesia. Bagaimana tata bahasanya? Kalau di lihat sih sudah lumayan, hanya saja ada kata2 yg terbalik seperti judul nama artikelnya.. Sertifikat SSL membuat yang seharusnya Membuat Sertifikat SSL.</p>
<p><a href="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/asli.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-121" title="asli" src="http://prasetio.net/wp-content/uploads/2008/10/asli-300x173.jpg" alt="Gambar 3" width="300" height="173" /></a></p>
<p>Nah, gambar yg di atas ini bahasa asli sebelum di terjemahkan.</p>
<p>Bagaimana mnurut anda? Walaupun masih belum begitu sempurna (dan memang, setiap penterjemahan web pasti ga akan selalu akurat) kita sebagai indonesia harusnya bangga, karena kini kita sudah makin mempermudah mencari ilmu pengetahuan bukan? gak harus ngerti bahasa inggris untuk mencari ilmu di dunia internet.. Serahkan saja pada google <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/google-support-menerjemahkan-web-asing-ke-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roy Suryo Berbicara Mengenai Blog</title>
		<link>http://prasetio.net/roy-suryo-berbicara-mengenai-blog.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/roy-suryo-berbicara-mengenai-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 03:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[nipu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/roy-suryo-berbicara-mengenai-blog.html</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi saya sedikit blogwalking dan mampir ke situs Fatih Syuhud dan Satya Sembiring saya membaca artikel ini dan ini Roy Suryo. Siapa yang ga kenal beliau yang di kenal sebagai pakar Telekomunikasi di Indonesia. Pada bulan Februari 2008 Roy Suryo berbicara mengenai seputar Trend Blog. berikut apa yg beliau katakan di Detik Roy dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi saya sedikit blogwalking dan mampir ke situs <a href="http://afatih.wordpress.com">Fatih Syuhud</a> dan  <a href="http://satyasembiring.wordpress.com">Satya Sembiring</a> saya membaca artikel <a href="http://afatih.wordpress.com/2008/02/29/roy-suryo-dan-blogger-penipu/">ini</a> dan <a href="http://satyasembiring.wordpress.com/2008/02/27/bloger-tukang-tipu-kata-roy-suryo-roy-suryo-mulai-nge-blog-blogger-tukang-tipu/">ini</a></p>
<p>Roy Suryo. Siapa yang ga kenal beliau yang di kenal sebagai pakar Telekomunikasi di Indonesia. Pada bulan Februari 2008 Roy Suryo berbicara mengenai seputar Trend Blog. berikut apa yg beliau katakan di Detik</p>
<blockquote><p> Roy dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah punya blog. “Tidak, saya tidak pernah nge-blog dan tidak pernah punya blog karena blog sifatnya hanya tren sesaat,” tegas Roy saat berbincang dengan detikINET via telepon, Selasa (26/2/2008).Soal nama ‘Roy Suryo’ dicatut beberapa blogger, Roy mengaku tidak mempermasalahkannya. “Anggap saja blog seperti orang membuang sampah. Saya capek melayani orang kayak gitu. Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu,” tandasnya.Tukang tipu? Roy mengklaim banyak blogger yang memajang informasi fiktif dan bohong-bohongan, seperti halnya kasus blogger Solo yang meninggal dunia setelah mem-posting mimpinya di blog. Menurut Roy blog tidak bisa dipercaya 100 persen. Roy menyarankan lebih baik jangan mempercayai blog karena saat ini banyak sekali orang yang membuat blog dengan menggunakan nama-nama palsu. Hal ini menunjukkan kredibilitas blog sulit dipercaya.</p></blockquote>
<p>Blogger adalah Penipu? Saya memang ada setujunya dengan yg beliau katakan bahwa kebanyakan Blogger tidak menggunakan identitas diri sebenarnya dalam membuat blog atau posting, tapi klo di bilang Penipu saya sangat tidak setuju banget. Seperti yang mas satya bilang memang ada beberapa Hoax dalam blog, tapi rata-rata blog yang saya kunjungi semua dapat di katakan Valid kok..</p>
<p>Bagaimana tanggapan para Blogger mengenai perkataan Pakar Telekomunikasi Pak &#8220;Roy Suryo&#8221;?.</p>
<p>Jadi semakin semangat nih nge-Blog. Go-BLOG !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/roy-suryo-berbicara-mengenai-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM</title>
		<link>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 12:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita akan &#8220;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah tempat di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui AL-QURAN dan AL HADIST. Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, US Airlines atau Saudi Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="postbody">Bila kita akan &#8220;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah tempat di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui AL-QURAN dan AL HADIST. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana penerbangan bukan dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, US Airlines atau Saudi Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, tetapi amalan kita di dunia. Tak lebih tak kurang. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pewanginya bukan Bulgari, Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi AL-ISLAM. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi LAA ILAAHA ILLALLAAH. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi IZRAIL dan lain-lain. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan. </span></p>
<p align="justify"><span id="more-83"></span><br />
<span class="postbody"> Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana pegawai Imigrasi adalah MUNKAR dan NAKIR, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana tidak perlu satpam dan alat detector. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah. </span><br />
<span class="postbody"> Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam. </span><br />
<span class="postbody"> Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang. </span><br />
<span class="postbody"> Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, Anda telah hilang selera bersuka ria. </span><br />
<span class="postbody"> Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ia telah siap dibooking sejak ruh Anda ditiupkan di dalam rahim ibu. </span><br />
<span class="postbody"> YA&#8230;BERITA BAIK !!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah Anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. </span><br />
<span class="postbody"> Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya Anda bisa. </span><br />
<span class="postbody"> Hanya ingat ! Penerbangan ini datang tanpa &#8216;Pemberitahuan&#8217;. </span><br />
<span class="postbody"> Cuma perlu diingat ! Nama Anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. </span><br />
<span class="postbody"> Saat penerbangan Anda berangkat..tanpa do&#8217;a Bismillah Tawakkaltu &#8216;Alallah, atau ungkapan selamat jalan. </span><br />
<span class="postbody"> Tetapi Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rooji&#8217;uun. </span><br />
<span class="postbody"> Ya, Anda berangkat pulang ke RAHMATULLAH. MATI ! </span><br />
<span class="postbody">  </span><br />
<span class="postbody"> ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT !?!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/al-jenazah-airlines-layanan-penuh-24-jam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Algoritma</title>
		<link>http://prasetio.net/algoritma.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/algoritma.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 04:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/algoritma.html</guid>
		<description><![CDATA[Fiuh.. Sialan.. Sekarang anak2 klo sedang bercanda / main ceng²an, anak-anak bilang klo gw anak Pak Moh. Sjukani Dosen Algoritma di Universitas Budi Luhur, sialan emang&#8230; hehehehehehe&#8230; Gini ceritanya kenapa gw bisa di panggil anaknya pak Sjukani. Pas Pelajar Algoritma setiap hari kamis emang itu pelajaran puyengnya minta ampun. Di awal pelajaran di kasi soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fiuh.. Sialan.. Sekarang anak2 klo sedang bercanda / main ceng²an, anak-anak bilang klo gw anak Pak <a href="http://webdosen.bl.ac.id/dosen/790004/" target="_blank">Moh. Sjukani</a> Dosen Algoritma di Universitas Budi Luhur, sialan emang&#8230; hehehehehehe&#8230;</p>
<p>Gini ceritanya kenapa gw bisa di panggil anaknya pak Sjukani. Pas Pelajar Algoritma setiap hari kamis emang itu pelajaran puyengnya minta ampun. Di awal pelajaran di kasi soal seperti gini :</p>
<p>&#8220;Titik A dan  titik B dihubungkan hanya oleh sebuah jalan yang panjangnya = 12000 m. Ali berangkat dari titik A menuju titik B  tepat jam 09:00:00 pagi dengan kecepatan tetap 1 m/detik. Tepat pada jam yang sama (09:00:00) Badu berangkat dari titik B menuju titik A dengan kecepatan tetap 5 m/detik. Susun algoritma dalam bahasa C untuk mencetak berapa detik Ali dan Badu bertemu/ berpapasan dijalan.&#8221;</p>
<p><span id="more-55"></span> Nah setelah proses pemikiran selesai, Pak Jukani sedikit mengingatkan pelajaran yg kemarin tentang Convert dari Detik ke Jam, Menit, dan detik. Sekitar 20 Menit-an sewaktu di tanya.. Ga sengaja mulut gw keceplosan ngejawab Ali dan Badu berpapasan pada detik ke 2000 Pak..! Waduh.. gawat.. semua temen2, pak jukani menoleh ke arah gw. Dan pak jukani jawab Betull..</p>
<p>Asik jawaban gw bener.. Uhuyyyy&#8230; Mulai dari situ tuh.. gw sering di panggil anaknya pak Jukani, soalnya gw katanya sering jawab soal dari dia.. So What Gitu apa maksudnya.. padahal soal2nya emang bisa kejawab seperti soal di atas.</p>
<p>Maen logika aja sih.. Klo Jarak Ali + Jarak Badu = 12000m Nahhhhh udah ketahuan dia bakal berpapasan. Apalagi kecepatan mereka berdua Constant/tetap. Cara cepet ngitung gini aja&#8230; 12000/(kecepatan ali + kecepatan badu) =&gt; 12000/6 =2000 Nahhh ketemu kan, 2000 detik.</p>
<p>Sekarang kita susun dalam bahasa C:</p>
<p>#include < stdio.h ><br />
void main()<br />
{<br />
// jA &lt;- jarak Ali, jB &lt;- Jarak Badu, D &lt;- Detik, T &lt;- Total<br />
int jA, jB, D, T;<br />
jA=0; jB=0; D=0; T=0;<br />
while( T &lt; 12000 )<br />
{     D++;<br />
jA = D * 1;<br />
jB = D * 5;<br />
T = jA + jB;<br />
}<br />
printf(&#8220;Ali dan badu akan berpapasan pada detik ke : %i&#8221;, D);<br />
}</stdio.h></p>
<p>Selesai&#8230;&#8230; Klo di jalankan hasilnya :<br />
Ali dan badu akan berpapasan pada detik ke: 2000</p>
<p>Nah cuma gitu aja.. Ato klo mo cepet tinggal printf(&#8221; Ali dan badu akan berpapasan pada detik ke : %i&#8221;, 12000/6);. Tapi klo cara seperti di sebelah ini terlalu singkat.</p>
<p>Cuma ngerjain kek gitu aja udah di panggil anak2, gw anaknya pak Jukani weleh&#8230;. Tapi gpp sih, di kenal Dosen berarti gimana gitu.. <img src='http://prasetio.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/algoritma.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How Poor We Are ?!</title>
		<link>http://prasetio.net/how-poor-we-are.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/how-poor-we-are.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 16:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[a story “How poor we are !?” Written by SULIS (sebuah kisah “Betapa Miskinnya Kita!?”) (Ditulis oleh SULIS) &#8220;One day a father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the firm purpose of showing him how poor people lived.&#8221; (Suatu hari, seorang ayah dari keluarga yang kaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="postbody">a story<br />
“How poor we are !?”</span></p>
<p>Written by SULIS</p>
<p><span class="postbody">(sebuah kisah<br />
“Betapa Miskinnya Kita!?”) </span></p>
<p><span class="postbody">(Ditulis oleh SULIS)</p>
<p>&#8220;One day a father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the firm purpose of showing him how poor people lived.&#8221;<br />
(Suatu hari, seorang ayah dari keluarga yang kaya raya, mengajak anak laki-lakinya bepergian dengan tujuan ingin menunjukkan pada anaknya, betapa kebanyakan penduduk hidup dalam kemiskinan)</p>
<p>They spent a couple of days and nights on the farm, of what would be considered a very poor family.<br />
(Mereka meluangkan waktu menginap selama dua hari dua malam di sebuah persawahan yang sang ayah menganggapnya,sang anak bisa melihat, betapa miskinnya kehidupan seorang didesa itu)</p>
<p>On their return from their trip, the father asked his son,<br />
(Dalam perjalanan pulang sang ayah bertanya pada anak laki-lakinya)<br />
&#8220;How was the trip?&#8221;<br />
(“Bagaimana kesan kamu tentang perjalanan kita ini ?”)<br />
&#8220;It was great, Dad.&#8221;<br />
(“Luar biasa ayah pengalaman yang saya saksikan”)<br />
&#8220;Did you see how poor people live?&#8221; asked the father.<br />
(“Sudahkah kamu saksikan betapa miskinnya kehidupan mereka itu ?”)<br />
The son answered: &#8220;I saw that we have one dog and they have four.<br />
(Sang anak menjawab :” Saya melihat kita hanya memiliki seekor anjing dan mereka memiliki empat ekor anjing”).<br />
We have a pool that reaches to the middle of our garden; they have a creek that has no end.<br />
(“Kita memiliki kolam renang yang memanjang sampai ditengah taman kita, mereka memiliki lebah ngarai yang panjangnya tidak terbatas”)<br />
We have imported lanterns in our garden; they have the stars at night.<br />
(Kita mempunyai lampu-lampu import dikebun kita, sementara mereka memiliki dan menikmati bintang-bintang yang indah di malam hari)<br />
Our patio reaches to the front yard, they have the whole horizon.<br />
(Dari teras rumah kita melihat beryard-yard halaman rumah kita yang luas,mereka memiliki halaman sepanjang cakrawala)<br />
We have a small piece of land to live on; they have fields that go beyond their sight.<br />
(“Kita memiliki sebidang tanah untuk hidup, sementara mereka hidup diatas tanah sepanjang mata memandang”)</p>
<p>We have servants to serve us, but they serve others.<br />
(“Kita memiliki pembantu-pembantu untuk melayani diri kita, sedang mereka bersama saling melayani”)<br />
We buy our food, but they grow theirs.<br />
(“Kita membeli makanan kita dan makanan mereka tumbuh dikebunnya”)<br />
We have walls around our property to protect us; they have friends to protect them.&#8221;<br />
(“Kita memiliki tembok tebal tinggi mengelilingi rumah untuk melindungi kita mereka memiliki teman dan sahabat yang melindunginya”)<br />
The father was SPEECHLESS.<br />
(Sang ayah terdiam seribu bahasa)<br />
Then his son added, &#8220;Thanks, Dad, for showing me how poor we are!&#8221;<br />
Kemudian anak laki-lakinya melanjutkan, katanya :”Terimakasih ayah, sesungguhnya ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita!?”)<br />
Isn&#8217;t perspective a wonderful thing ? Makes you wonder what would happen if we all gave thanks for everything we have, instead of worrying about what we don&#8217;t have.<br />
(Tidakkah ini sebuah pandangan hidup yang menarik? Betapa indahnya hidup kita, kalau kita mampu mensyukuri, menikmati apa saja yang kita miliki dan tidak gelisah atas hal-hal yang kita tidak miliki)<br />
&#8220;Appreciate every single thing you have, especially your friends.&#8221;<br />
(Hargailah, syukurilah sekecil apapun yang kamu miliki khususnya temanmu….CRF semuanya) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/how-poor-we-are.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia dihari ke 7</title>
		<link>http://prasetio.net/bahagia-dihari-ke-7.html</link>
		<comments>http://prasetio.net/bahagia-dihari-ke-7.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 07:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prasetio</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetio.net/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[“Bahagia dihari ke 7” di ilhami dari kisah nyata yang dituliskan oleh haydar yahya Is, seorang penyayang kucing yang sulit dicari tandingannya. Sebagai karyawan harian dengan gaji Rp 25.000.- per hari, ia sisihkan Rp 3.000.- untuk enam ekor kucing kecintaannya. Pagi yang bahagia bagi Is, bila ke enam ekor kucingnya sudah sarapan kenyang dengan menu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="postbody">“Bahagia dihari ke 7”<br />
di ilhami dari kisah nyata<br />
yang dituliskan oleh<br />
<strong> haydar yahya </strong></p>
<p>Is, seorang penyayang kucing yang sulit dicari tandingannya. Sebagai karyawan harian dengan gaji Rp 25.000.- per hari, ia sisihkan Rp 3.000.- untuk enam ekor kucing kecintaannya. Pagi yang bahagia bagi Is, bila ke enam ekor kucingnya sudah sarapan kenyang dengan menu istimewa, berkumpul mengelilinginya berdesakan berebut duduk dipangkuannya sambil krrrrr…krrrrr menemaninya minum kopi. Dalam keadaan seperti itu, Is seperti menemukan kebahagiaannya yang sulit dimengerti orang lain. Sementara istrinya, hidup bergerak seperti mesin. Tenggelam dalam rutinitas tradisinya bertahun tahun. Sibuk menyiapkan makan pagi bagi anak-anaknya yang segera berangkat sekolah, belanja, memasak, mencuci pakaian, beberes rumah, juga tidak ketinggalan menyiapkan stmj (susu telor madu jahe) buat Is si “abu hurairah”(bhs.Arab Is, si ayah kucing). Begitulah hari-hari dalam keluarga Is, kucing sudah mendapat posisi jauh melampaui hak-haknya.</p>
<p>Memang sudah wataknya, malapetaka, seringkali hadir tidak pernah terbayang sebelumnya. Dalam beberapa hari terakhir, empat dari enam ekor kucingnya mendadak tidak mau makan dengan sebab yang tidak jelas. Is jadi gelisah. Menu khusus dihidangkan. Empat sehat lima sempurna. Susu murni, daging cincang, wortel parut, juga telor. Kucing-kucing itu tetap saja melengos tanpa selera sedikitpun dengan sorot mata yang sayu. Hari-hari berikutnya, gerakannya melemah, tubuhnya makin kurus, tidak lagi lincah seperti biasa. Bahasanya hanya pandangan kosong, seakan hendak mengucapkan selamat tinggal. Is makin bingung. Terpikir oleh Is, kucing-kucingnya ini rupanya stress menahan rindu berat. Memang akhir-akhir ini, Is sering keluar kota mencari tambahan nafkah bagi keluarganya. Karenanya dihari hari kelabu ini, ia menghabiskan waktunya lebih banyak mengurus kucingnya. Ia mengelus-elus, menyodorkan makan, susu, sambil terus membujuk dengan janji-janji. “Tak kan pernah lagi aku meninggalkan “kalian” lebih dari tiga hari”, janjinya dalam hati. Kucing-kucingnya tidak juga menanggapi lagi, sepertinya sudah berketetapan hati untuk terus mogok makan.</p>
<p>“Tidak ada jalan lain, mereka harus dibawa kedokter” katanya. Sang istri yang sejak tadi tekun menyulam, tiba-tiba nyletuk :”Bila kucing-kucing itu dibawa kedokter…itu berarti..”..:”Berarti appaa !” bentak Is dengan suara tinggi. :”Itu berarti bulan ini kita sekeluarga minum teh, kopi tanpa gula, anak-anak juga tidak minum susu…tapi terserahlah” jawab sang istri menahan diri sambil menyalurkan kekesalannya pada sulamannya.</p>
<p>Walhasil, ajal tidak bisa diundur atau diajukan, pada harinya, empat dari enam ekor kucingnya, satu persatu mati selang beberapa jam. Is terpukul berat. Ia merasa bersalah bahkan berdosa. Kini kucingnya tinggal dua ekor. Keruan saja ia curahkan perhatian serba lebih dari hari hari sebelumnya. Seperti kata orang, musibah seringkali datang tidak sendiri melainkan afwaja (bhs.Arab susul menyusul berbondong bondong) mengajak teman temannya.</p>
<p>Dua minggu selepas hari sedih itu, Klepon dan Tiwul, begitu nama kedua kucingnya yang tinggal, mengikuti gejala saudara-saudaranya yang almarhum..mulai mogok makan. Is panic, stress ! Sang istri, meski tegang, berpura-pura tidak tahu apa yang dirasakan suaminya. Diam-diam, ibu tiga anak ini berandai-andai dalam hatinya “Kalau saja dua ekor kucing terakhir ini mati juga, alangkah bahagianya keluarga ini…setidaknya biaya untuk kucing-kucing itu bisa di alihkan untuk rekreasi keluarga di akhir minggu. Juga Mirna, anak bungsunya akan sempat mendapat elusan ayahnya…semoga”.<br />
</span><span id="more-44"></span><span class="postbody">Begitulah kehidupan “kullun fi falaqin yasbahun” (segala sesuatu, masing masing, punya orbit, putaran kehidupan dunianya sendiri, alquran). Setiap orang secara individual juga punya dunianya sendiri sendiri.</p>
<p>Tiba-tiba, sang ibu mengumumkan pada ketiga anaknya :”Minggu depan kita semua akan rekreasi di Bengawan Solo yuk, sambil makan pecel karak”. Spontan disambut teriakan gembira si bungsu Mirna :” Horeee…horeee….” Suasana gembira itu hanya berlangsung beberapa detik. Sang ayah yang lagi mbulet (ruwet kusut) dalam dunianya sendiri, menelan kegembiraan keluarganya katanya keras :”Tidak akan ada acara kemana-mana ! Sebelum Klepon dan Tiwul sembuh”sambil memukul dinding triplek penyekat kamarnya. Is tersinggung, merasa istrinya telah melecehkan perasaannya yang lagi gundah. Si kecil Mirna merayap pelahan masuk kedalam kamar, bibirnya gemetar menggumamkan do’a :”Ya Allah, semoga kucing-kucing itu mau mengembalikan ayah kami, amien”.</p>
<p>Hari itu, Jum’at, hari kelima Klepon dan Tiwul mogok makan. Kegelisahan Is makin menjadi jadi. Tak henti-hentinya ia mengelus, membujuk, mencoba memaksa kucingnya makan. Klepon dan Tiwul menjawabnya dengan batuk-batuk, muntah, mengerang sakit, seperti keracunan. Is tidak menyerah meski kondisi mereka semakin parah. Sabtu adalah hari keenam. Kucing-kucingnya yang lalu, mati dihari ketujuh, membayanginya menambah kepanikan Is. Hari ini, malam ini, adalah akhir dari segala daya upaya, pikirnya. Setelah lama muram dan merenung dikamarnya, tiba tiba Is nampak lebih tenang. Sepertinya ia sudah menemukan resep mujarab. Sore itu, sebentar-sebentar ia melihat jam, keteras rumah melihat langit, seperti orang puasa menunggu maghrib. Tiba waktu maghrib, ia sholat sendiri saja dan tetap bersimpuh disajadah sampai waktu isya. Selepas isya’, Is menggendong dua ekor kucingnya, mengunci diri di kamar depan. Klepon dan Tiwul melungker rapi di pangkuannya, merintih lemas. Sorot matanya makin pudar pucat, mengambang tak bersinar, memelas (bhs.jawa minta belas kasihan) tertuju arah tuannya. Is trenyuh abis (bhs.jawa hancur luluh) tercabik cabik miris rasa hatinya. Is tenggelam sempurna dalam kesedihan dunianya sendiri.</p>
<p>Ia menggelar sajadahnya, bersila menghadap kiblat. Klepon dan Tiwul dibaringkan dihadapannya. Entah siapa gurunya. Ia mulai membaca qulhu (surat al ihlas dlm.al quran) dan ayat kursi (petikan beberapa ayat dari surat albaqoroh,al quran)masing masing tujuh kali, disambung dzikir sembilan puluh sembilan asmaulhusna (nama nama Allah) untuk kesembuhan Klepon dan Tiwul. Begitulah niatnya. Bo hwat, (bhs Cina, apa mau dikata)…sampai pada penghujung bacaan, Klepon dan Tiwul menggeliat, nungging, mengejangkan kakinya beberapa detik dan…tidak pernah bergerak lagi. Mereka mati hampir dalam waktu yang bersamaan tepat waktu yang telah dijanjikan. Is terpukul berat, terkulai lemas tak berdaya, tidak bisa berpikir apa apa lagi, menyerah sambil memandangi mayat Klepon dan Tiwul yang berbusa disekitar bibirnya.<br />
Di tengah malam buta, Is sendirian, ya sendirian, ia mengubur cintanya lebih dalam. Dikebon belakang rumahnya, Klepon dan Tiwul dikuburkan.<br />
Apa yang dirasakannya, apa yang ada dan terjadi dalam hati jiwa dan pikirannya, hanya Is dan Tuhanlah yang maha tahu.</p>
<p>“Fa inna ma’al ‘ushri yusro ..inna ma’al ‘ushri yusro”<br />
( sungguh, bersamaan dengan kesulitan akan ada keringanan kemudahan, alquran).<br />
Menjelang subuh di hari ketujuh itu, menyusul “musibah besar”yang membuat Is kehilangan daya upaya, rupanya lailatul-qodar mampir dalam kehidupannya. Dalam ketiadaberdayaannya, ia bersimpuh tafakur, sholat malam yang dihiasi isak tangis, khusuk dengan sujud yang panjang sampai adzan subuh terdengar.</p>
<p>Tidak seperti biasanya, subuh dihari itu, ia bangunkan istri dan anak-anaknya dengan semangat.<br />
“Ayo bangun, sholat semuanya, siap-siap, kita akan akan rekreasi ke Bengawan Solo rame-rame..ayo Mirna.. ayo…”.<br />
Sambil mengusap matanya yang masih berat, Mirna bertanya pelan pada sang ayah :”Ayah….ayah..ayah, apa si Klepon dan Tiwul sudah sembuh ?”.<br />
Sambil tersenyum Is mengelus kepala Mirna penuh kasih sayang, jawabnya ramah :”Bukan Mirna….bukan sayang… ayah yang sudah sembuh”</p>
<p>Do’a Mirna agaknya didengar Allah dan kucing-kucing itu rela mati untuk mengembalikan sang ayah, Is pada anak-anaknya. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetio.net/bahagia-dihari-ke-7.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

